Belajar Tawakkal Dari Semut

LUBAB Rabu, 23 Oktober 2019 08:05 WIB
2816x ditampilkan Lingkungan Sekitar Headline Berita Artikel

Dakwah semut ketika ditanya rizqinya. 

Disebutkan dalam suatu riwayat Nabi Sulaiman pernah bertanya kepada seekor semut: "berapa rizkimu dalam setahun? "
Semut menjawab: "hanya sebutir gandum! ".
Oleh Nabi Sulaiman semut tadi ditempatkan dalam sebuah botol dan ditaruh pula bersamanya sebutir gandum lalu kepala botol itu ditutup. 
Setelah genap satu tahun mulut botol itu di buka kembali.Tapi,ternyata si semut hanya memakan separuh butir gandum saja,lantas Nabi Sulaiman bertanya: "kenapa sebutir gandum ini tidak engkau habiskan? ".
Semut menjawab: " Karena dulu aku hanya bertawakal kepada Allah sehingga aku makan butir gandum itu semuanya,karena Dia tidak akan melupakan aku.Tapi setelah tawakkalku beralih kepadamu selama aku berada dalam botol,maka aku biarkan yang separuhnya,ini aku lakukan untuk menjaga diri barangkali engkau melupakan aku,maka tahun berikutnya aku akan memakan separuh biji gandum yang masih tersisa itu".
Setelah mendengar penuturan semut tersebut Nabi Sulaiman langsung sujud kepada Allah dengan mengucapkan kalimat tentang kebesaran Allah. 
Hikmahnya: 
1.Alloh tidak akan pernah melupakan makhluk-Nya dalam memberikan rizkinya meskipun rizky untuk seekor semut. 
Karena itu ketika Nabi Sulaiman meletakkan seekor semut dalam botol maka si semut tidak menghabiskan sebiji gandum karena takut Nabi Sulaiman lupa pada dirinya.Jika Nabi Sulaiman lupa pada dirinya ia bisa mati kelaparan. 
2.Tawakkal kepada Allah dalam urusan rizky adalah faktor yang utama agar manusia tidak banyak mengeluh,stres dan kehilangan kendali diri.Sebab semua kebutuhan makhluk di alam ini sudah ada takarannya.Meskipun demikian,manusia dianjurkan untuk berikhtiar dalam mencari rizky sebagai sunnatullah tidak hanya duduk termenung dengan berpangku tangan mengharapkan turunnya sang  bulan.Karena hidup ini harus dijalani dengan ikhtiar,bukan dengan jalan berpangku tangan,meskipun pada ujungnya semuanya diserahkan pada kehendak Allah. 
Demikian yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf. 

                 Ttd


       Nurul Yaqin S.Pd.I

Alumni PP Al-Falah Ploso Mojo Kediri.

Sumber